Selasa, 11 September 2012

Sepasang Sepatu Butut







Suatu sore, seorang anak  berjalan bersama ayahnya.
Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan.
Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja di Hutan.

Sang anak berpaling pada ayahnya seraya berkata, "Mari kita sembunyikan sepatunya, lalu kita bersembunyi dibalik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian."

Ayah itu menjawab,
"Nak, kita tidak seharusnya bersenang2 dengan mengorbankan orang miskin.
Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih Naik, dan itu akan mendatangkan Kesenangan besar dalam dirimu.
Caranya adalah memasukkan uang kedalam kedua sepatu bututnya.
Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut."

Anak itu pun melakukan apa yg dikatakan ayahnya, lalu mereka bersembunyi di balik semak2.

Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya.
Ketika memasukkan salah satu kakinya,
ia merasakan ada benda yg mengganjal.
Ia pun merogoh ke dalam sepatu.
Ia nampak terkejut dan terheran karena ada Uang dalam sepatunya.
Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada orang di sekitarnya.
Tapi,ia tidak melihat seorangpun disana.
Lalu ia memasukkan uang tersebut kekantongnya, sambil memasang sepatu lainnya.
Tapi,lagi2 ia terkejut karena ada Uang dalam sepatunya yang satu lagi.
Perasaan haru menguasainya,
ia jatuh tersungkur dan menengadah ke atas.

Doa ucapan SYUKUR terdengar jelas dari mulutnya.
Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ada Uang.
Ia bersyukur atas kemurahan yang TUHAN berikan melalui orang yang ia tidak ketahui.

Melihat hal itu, sang anak meneteskan airmata.
Ia berpaling pada ayahnya seraya berkata, "Ayah,kau telah memberiku pelajaran yang tak kan kulupakan.
Kini aku mengerti  bahwa lebih BERBAHAGIA Memberi daripada Menerima

0 komentar:

Posting Komentar

Tulisan Juga Hak Cipta. Diberdayakan oleh Blogger.